Permainan Jaman Dulu "Yang Terlupakan"

March 19, 2012 Posted by DEE JEE in GENERASI90AN 2

Save Article


#deejee #ManTap #amazing #fyi #GELIGILA

Petak Umpet / Petak Jongkok


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru.

Cara Bermain

Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat ituHONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.

Benteng


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing-masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing-masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai 'benteng'.

Cara Bermain

Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih 'benteng' lawan dengan menyentuh tiang atau pilaryang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan 'menawan' seluruh anggotalawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi 'penawan' dan yang 'tertawan' ditentukan dariwaktu terakhir saat si 'penawan' atau 'tertawan' menyentuh 'benteng' mereka masing-masing.

Orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh bentengberhak menjadi 'penawan' dan bisa mengejar dan menyentuhanggota lawan untuk menjadikannya tawanan. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya.

Dalam permainan ini, biasanya masing - masing anggota mempunyai tugas seperti 'penyerang', 'mata - mata, 'pengganggu', dan penjaga'benteng'. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.

Egrang


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantaiatau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun.

Egrang di Indonesia biasa dimainkan ataupun dilombakan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Egrang dengan versi lain juga dimainkan pada saat upacara sunatan.

Boi Boian

Permainan tradisonal dengan total lima sampai sepuluh orang.

Cara Bermain


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya terbuat dari buntalan kertas yang dilapisi plastik, empuk dan tidak keras, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus mengambil bola dan melemparkannya ke anggauta lain yang melempar bola sebelumnya. Yang terkena lemparan bola yang gatian menjadi penjaga lempengannya.

Gundu / Klereng


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Permainan Gundu atau Klereng bisa di mainkan di mana saja, tanpa ada lapangan yang khusus, tapi ada beberapa gaya dalam permainan ini antara lain :

  1. Poces

  1. Lubang

Poces

Beberapa pemain masing-masing sudah mempersiapkan gundu/Klereng sebanyak-banyaknya, karena dalam permainan ini mereka bertaruh atau memakai cara membayar dengan Gundu/ klereng juga. Tergantung kesepakatan para pema-in.

Cara bermain : Mereka membuat bunderan / lingkaran kecil untuk menyimpan gundu/kle –reng . bunderan / lingkaran biasanya di buat memakai kapur tulis , arang atau apa saja yang bisa terlihat.

Para pemain mengumpulkan gundu/ klereng di dalam Bunderan/ lingkaran terse-but. Kalau kesepakatan memasang 5 buah gundu/ klereng maka semuanya mema-sang 5 buah gundu/ klereng. Kalau pemain jumlah 3 orang , maka Gundu/ klereng di dalam kotak itu ada 15 buah. jadi lingkarannya agak besar.

Para pemain melempar gundu/ klereng di garis Pidi. Jarak garis Pidi ke lingkaran yang ada kelrengnya/ gundu panjangnya 1 meter.

Para pemain berusaha mengenai gundu/klereng yang ada di dalam lingkaran tersebut. Kalau kena, lalu gundu/ klereng yang tergeser ke luar lingkaran maka gundu/ klereng itu sudah menjadi milik pemain. Kemudian yang jalan terlebih dahulu , ialah yang paling dekat dengan lingkaran. Kalau gundu/ klereng sudah kabis di dapatkan pemain yang pertama, maka pemain itu di anggap memang, lalu mematikan gundu para gocoannya. Antiknya permainan ini, kalau pemenang gundu/klereng yang sudah menghabiskan yang ada di lingkaran, kemudian gacoannya di kalahkan oleh peserta yang lain (peserta yang belum mati) maka semua gundu/ klereng pasangan tadi milik orang yang mengalahkannya.

Gatrik / Patil Lele / Tak Kadal


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Gatrik atau Tak Kadal / Patil lele pada masanya pernah menjadi permainan yang populer di Indonesia. Merupakan permainan kelompok, terdiri dari dua kelompok.

Cara Bermain:

Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang satu menyerupai tongkat berukuran kira kira 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Pertama potongan bambu yang kecil ditaruh di antara dua batu lalu dipukul oleh tongkat bambu, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin, pemukul akan terus memukul hingga beberapa kali sampai suatu kali pukulannya tidak mengena/luput/meleset dari bambu kecil tersebut. Setelah gagal maka orang berikutnya dari kelompok tersebut akan meneruskan. Sampai giliran orang terakhir. Setelah selesai maka kelompok lawan akan memberi hadiah berupa gendongan dengan patokan jarak dari bambu kecil yang terakhir hingga ke batu awal permainan dimulai tadi. Makin jauh, maka makin enak digendong dan kelompok lawan akan makin lelah menggendong.

Lompat Tali Karet / Karet Gelang


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya, karena permainan lompat tali ini bisa di temukan hampir di seluh indonesia meskipun dengn nama yang berbeda-beda. permainan lompat tali ini biasanya identik dengan kaum perempuan. tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain.

Cara Bermain:

Permainan lompat tali tergolong sederhana karena hanya melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu. Jika pemain dapat melompati tali-karet tersebut, maka ia akan tetap menjadi pelompat hingga merasa lelah dan berhenti bermain. Namun, apabila gagal sewaktu melompat, pemain tersebut harus menggantikan posisi pemegang tali hingga ada pemain lain yang juga gagal dan menggantikan posisinya.

Ada beberapa ukuran ketinggian tali karet yang harus dilompati, yaitu: (1) tali berada pada batas lutut pemegang tali; (2) tali berada sebatas (di) pinggang (sewaktu melompat pemain tidak boleh mengenai tali karet sebab jika mengenainya, maka ia akan menggantikan posisi pemegang tali; (3) posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi yang dianggap cukup tinggi ini pemain boleh mengenai tali sewaktu melompat, asalkan lompatannya berada di atas tali dan tidak terjerat); (4) posisi tali sebatas telinga; (5) posisi tali sebatas kepala; (6) posisi tali satu jengkal dari kepala; (7) posisi tali dua jengkal dari kepala; dan (8) posisi tali seacungan atau hasta pemegang tali.

Ular Naga


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih, anak-anak umur 5-12 tahun (TK - SD).

Cara Bermain:

Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut', yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Seorang anak yang lebih besar, atau paling besar, bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang", dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara, karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan.

Barisan akan bergerak melingkar kian kemari, sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman, sambil menyanyikan lagu. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu, Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". Pada saat terakhir, ketika lagu habis, seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang".

Setelah itu, si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-- akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu, sehingga anak-anak ini saling tertawa. Sampai pada akhirnya, si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan, dan berdasarkan pilihannya, ditempatkan di belakang salah satu "gerbang".

Permainan akan dimulai kembali. Dengan terdengarnya nyanyi, Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang, dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Perbantahan lagi. Demikian berlangsung terus, hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. Atau, anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam.

Galasin / Gobak Sodor


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Permainan ini di ikuti oleh 10 orang. Kalau murid dalam kelas berjumlah 30 orang, maka bermainnya , gantian. Di gilir oleh bapak /ibu guru di bagi tiga bagian.

Cara bermainnya:

Anak-anak membuat lapangan terlebih dahulu , yaitu membuat garis pembatas memakai Abu yang ada di tabunan (pembakarana sampah ) atau dapur. Abu itu di masukan di pengki, kemudian membuat garis pembatas. 5 garis dan garis panjang di tengah-tengah.satu garis tengah. Permainan di bagi dalam dua kubu terdiri dari 5 orang, boleh laki-laki atau perempuan, atau di ganda. Setiap kubu ada laki-laki dan perempuannya.

Biasanya untuk menentukan pemain terlebih daulu di undi dengan melakuan suit atau duit gobang. Kubu yang kalah akan menjadi tim penjaga dan kubu yang menang akan menjadi tim penyerang.

Setiap len atau garis masing-masing di jaga satu anggota terkecuali sang kapten yang menjaga garis depan, dia boleh mengejar penyerang atau musuhnya lewat garis tengah sampai ke garis ke lima.

Penyerang harus mampu menggoyah atau menggocek penjaga di setiap lens atau garis kalau penjaga garis itu terkecoh , penyerang bisa masuk tanpa tersentuh oleh anggota penjaga garis atau lens. Dari garis pertama sampai garis ke Lima. Lalu masuk lagi kegaris pertama dengan tanpa tersentuh oleh kubu penjaga.

Nah, kalau salah satu dari kubu penyerang tersentuh anggota tubuhnya oleh penjaga, maka di anggap kalah. Maka kubu penyerang menjadi kubu penjaga.

Engklek / Ciple Gunung / Taplak Gunung


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Permainan engklek merupakan permainan tradisional lompat–lompatan pada bidang–bidang datar yang digambar diatas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu kekotak berikutnya.

Permainan engklek biasa dimainkan oleh 2 sampai 5 anak perempuan dan dilakukan di halaman. Namun, sebelum kita memulai permainan ini kita harus mengambar kotak-kotak di pelataran semen, aspal atau tanah, menggambar 5 segi empat dempet vertikal kemudian di sebelah kanan dan kiri diberi lagi sebuah segi empat.

Cara Bermain:

Cara bermainnya sederhana saja, cukup melompat menggunakan satu kaki di setiap petak - petak yang telah digambarkan sebelumnya di tanah. Untuk dapat bermain setiap anak harus mempunyai kereweng atau gacuk yang biasanya berupa pecahan genting, keramik lantai atau pun batu yang datar. Kreweng/gacuk dilempar ke salah satu petak yang tergambar di tanah, petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak – petak yang ada. Saat melemparkannya tidak boleh melebihi kotak yang telah disediakan, jika melebihi maka dinyatakan gugur dan diganti dengan pemain selanjutnya. Pemain yang menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu melemparkan gacuk dengan cara membelakangi engkleknya, jika pas pada petak yang dikehendaki maka petak itu akan menjadi “sawah”nya, artinya dipetak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak tersebut dengan dua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki “sawah” paling banyak adalah pemenangnya.

Congklak


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Congkak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

Cara Bermain:

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bila habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. Bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat dimabil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

Peletokan (bahasa inggrisnya bebeletokan):D


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Pletokan dibuat dari bambu, panjang 30 cm dengan diameter 1-1/2 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Potongan bambu yang lain, ujungnya ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit membentuk kerucut supaya suaranya lebih nyaring. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok.

Peralatan yang dibutuhkan berupa bambu diameter 1 atau 1,5 cm dan panjang 30-40 cm sebagai laras bedil (bentuk pipa) dan sebagai tolak adalah batangan belahan bambu yang dihaluskan. Sebagai peluru: bunga jambu air, kertas, daun-daunan dan sejenisnya.

Cara Bermain:

Cara menembak adalah pertama peluru dimasukkan dengan batang penolak sampai ke ujung laras. Peluru kedua dimasukkan dan ditolak dengan batang penolak. Peluru kedua ini mempunyai dobel fungsi. Fungsi pertama sebagai klep pompa untuk menekan peluru pertama yang akan ditembakkan. Fungsi kedua menjadi peluru yang disiapkan untuk ditembakkan berikutnya. Tembakan ini akan menimbulkan bunyi pletok dan peluru terlontar ± 5 meter dan relatif lurus. Permainan ini dapat sebagai sarana perang-perangan.

Bekel


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Bekelan berasal dari bahasa Belanda, bikkelen.

Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Sekarang dibuat dari logam. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel.

Logam ini memiliki bentuk yang khas. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik, permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali, permukaan atas yang ada bintik merahnya, dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya.

Pertama, pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel, diambil dengan 3 biji bekel, diambil 4 biji bekel, terakhir lima biji bekel diraup sekaligus.

Langkah kedua, Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. lalu ambil satu bekel, ambil 2 biji bekel, ambil 3 biji bekel, ambil 4 biji bekel, terakhir raup seluruh biji bekel.

Langkah ketiga , balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1, 2, 4, dan seluruhnya.

Langkah keempat, balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga.

Langkah kelima, balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua, lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya,

Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua, kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua, terus permukaan halus menghadap ke atas semua, dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan

Gasing / Gangsing / Panggal


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan
?et=cx3SXEGDbx0QjUV%2CejL4RQ∤=15474044

Gasing / Gangsing / Panggal adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali.

Cara Bermain:

Cara memainkan gasing, tidaklah sulit. Yang penting, pemain gasing tidak boleh ragu-ragu saat melempar gasing ke tanah.

Cara:

  1. Gasing di pegang di tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang tali.

  1. Lilitkan tali pada gasing, mulai dari bagian paksi sampai bagian badan gasing. lilit kuat sambil berputar.

Dam2an / Das2an


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Permainan ini di lakukan oleh perorangan, cara permainannya meniru ala permainan Catur.

-Lapangan bisa di buat di atas kertas dengan memakai alat tulis, seperti : Spidol, Pulpen atau Pinsil. Atau bisa di buat di tanah / lantai dengan alat kapur tulis atau arang.

- Das bisa berupa batu, atau biji-bijian atau kertas asal dua warna, untuk membedakan mana kawan, mana lawan. Jumlahnya masing-masing 15 buah.

-. Cara permainan :

Das di pasang pada bidak yang sudah tersedia. (Lihat contoh gambar )

Untuk memulai permainan biasanya bebas, artinya siapa saja yang mau jalan lebih dulu. Atau di mulai dengan Suwit. Lalu yang jalan lebih dulu melangkahi ke salah satu das. Jalan harus ke depan.

Cara memakan das lawan.

Das lawan bisa kita makan, bila ada petak yang kosong, untuk memakannya boleh lkebih dari satu, bila masih ada petak yang masih kosong. Boleh lurus kedepan, ke samping atau mundur di sesuaikan dengan petak kosong yang ada.

Bermain Das, sama dengan bermain Catur, yaitu memerlukan pemikiran dan kecerdikan. Pemenagnya apa bila Das lawan habis.

Bebeledugan / Meriam dari Kayu


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Cara bermainnya: bambu yang besar / pohon kelapa yang di buat seperti meriam , biasanya dikampung dipakai untuk perang antar kampung yang jaraknya 500meter - 1 km

Yoyo kayu


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Layangan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Layang-layang, layangan, atau wau (di sebagian wilayah Semenanjung Malaya) merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali ataubenang ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan anginsebagai alat pengangkatnya. Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, layang-layang diketahui juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.

Main Bola


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Permainan ini sama seperti permainan sepak bola pada umumnya.. Yang membedakan adalah jumlah pemain dari masing masing tim yang kadang seadanya. Peraturan yang ada dalam permainan juga tidak terikat alias tergantung kesepakatan bersama. Sekarang sudah mulai jarang terlihat anak anak kecil yang bermain bola karena sudah jarangnya lapangan luas terutama di kota kota besar.

Monopoli


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Monopoli adalah salah satu permainan papan yang paling terkenal di dunia. Tujuan permainan ini adalah untuk menguasai semua petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan dan pertukaran properti dalam sistem ekonomi yang disederhanakan.

Cara Bermain:

Setiap pemain melemparkan dadu secara bergiliran untuk memindahkan bidaknya, dan apabila ia mendarat di petak yang belum dimiliki oleh pemain lain, ia dapat membeli petak itu sesuai harga yang tertera. Bila petak itu sudah dibeli pemain lain, ia harus membayar pemain itu uang sewa yang jumlahnya juga sudah ditetapkan.

Catur / ular tangga / halma / ludo


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Gamebot


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Permainan ini sangat terkenal hampir di setiap SD di seluruh Indonesia para era di bawah tahun 2000. Nama sebenarnya dari permainan ini adalah Gameboy Cuma entah kenapa disini lebih terkenal dengan sebutan Gamebot. Uniknya game ini disewakan ditiap sekolah oleh abang abang yang jika waktu bermain kita telah habis maka si abang pemilik gamebot akan menarik tali yang terikat pada gamebot yang artinya gamebot tersebut harus disimpan.

Gamebot air


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Tamagochi


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan
/_42186384_tamagotchi.jpg

Binatang kesayagnan bernama Tamagotchi muncul di atas pemandangan konsol permainan. Pemilik menikmati permainanya dengan memelihara Tamagotchi itu, misalnya memberi makanan, membersihkan kamar Tamagotchi, bermain dengan Tamagotchi ddl. Tamagotchi dalam keadaan menyenangkan waktu berkomunikasi dengan baik. Tetapi Tamagotchi menjadi marah kalau pemelihara meleleikan pemeliharaan. Keadaan terburuk, Tamagotchi bisa mati pun. Dengan memelihara seperti ini, Tamagotchi mengubah bentuk diri ke "Oyajitch (Tamagatchi berbentuk Oyaji)", "Nyorotchi (Tamagotchi berbentuk ular)" dan lain-lain yang sifatnya dan bentuknya bermacam-macam. Bagaimana Tamagitchi mengubah diri dipengaruhkan oleh cara pemeliharaan, berat badannya dan suasana hatinya. Lain-lainnya, konsol permainan ini bisa dipakai untuk arloji saja.

Bepe / Boneka Kertas / Baju-bajuan / Orang-orangan (bug-bugan)/ Bongkar Pasang


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Bongkar Pasang adalah gambar sosok dua dimensi yang dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan gambar pakaian dan asesorisnya.

Boneka kertas ini muncul pertama kali di Paris pada abad 18, pada masa pemerintahan raja Louis XV.Dalam perkembangannya permainan ini menyebar dengan berbagai karakter seperti, bintang film, tokoh komik, dan yang paling populer sosok boneka barbie.

Tembak-Tembakan / Bedil2an


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Dibentuk seperti senapan, dibagian ujungnya dipasangi karet pentil sepeda. Di bagian pangkalnya dipasangi penjepit terbuat dari kayu. Pelurunya dari buah tanaman klorak.

Tangkai buah klorak dijepit di pangkal senapan, sehingga buahnya menonjol dan karet pendek ini ditarik dan dikaitkan ke bonggolnya. Jadi kalau kita ingin menembak orang maka cukup tekan pelatuk atau penjepitnya maka terlontar buah klorak itu dari senapan kayu ini.

Benteng


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Dalam permainan ini seluruh anggota dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing punya benteng. Jarak antar benteng sekitar 10 meter.

Setiap kelompok harus mempertahankan bentengnya masing-masing. Bila personal kita dapat bisa memegang kelompok lawan yang berkeliaran, dia jadi tawanan kita.

Untuk membebaskannya, kelompok lawan harus berani mendatangi kubu kita dan menyentuhnya tanpa tersentuh oleh kita. Kita tidak boleh tersentuh oleh lawan.

Titik kemenangan terletak jika kita dapat menyentuh benteng lawan

Othok2an


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Gamparan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Ngeban / Main ban


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Ngadu Biji Karet / Cilongan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Cara bermainnya:

kedua biji karet di tumpuk, lalu di geprek dengan telapak tangan siapa biji karet yang pecah dia yg kalah

Balon Tiup


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan
?w=645

Gambaran / Kartu bergambar / Kwartet


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan
?w=645

Ini kartu ada angkanya 1,2,3,4,5 dst. Yang belinya bisa satu papan atau sesuai uangnya, cara mainnya bermacam-macam, tapi seringnya ank-anak cuma mengoleksi gambarnya saja.

gambar depannya biasanya kartun, film yang lagi happening , mobil atau tokoh wayang juga bisa. bagian belakangnya biasanya rambu2 lalu lintas, bermain sambil belajar. cukup mendidik loh. cara mainnya, main tepokan atau sebaran. yang gambarnya hadap atas yang menang.

Bola tiktok atau tek-tek-an / Rubik / Puzzle slider


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Dampu


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan
?w=645

Dampu. bukan dompu loh. (peace kun). gw ga tau di tempat lain namanya apaan ini permainan. biasa gw mainin di sd gw, waktu gw masih mengenyam pendidikan di sd menteng, mainnya tiap istirahat ya ginian. mainnya pake batu. batunya tipe batu kali yang segede kepalan tangan orang dewasa. mainnya itu batu disusun berjejer gitu, trus batu yang lain ditaro di kaki kita. ada jaraknya sekitar 2 – 3 meter, batu yang ngejejer itu mesti kita jatohin pake batu yang ada di kaki kita dengan diayun agak ditendang. agak bahaya sih, batunya bisa2 melayang ke mangkok baso orang. tapi seru juga. kalo udah selesai level itu, level selanjutnya divariasiin. kalo ga salah kita agak muter2 dulu sambil batunya ada di kaki, dll gw lupa lagi gmana.

Tazos


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Tazos adalah mainan anak berupa disk kecil yang biasanya bergambar tokoh-tokoh kartun anak-anak. Tazos pertama kali dibuat oleh Frito-Lay, yaitu sebuah perusahaan yang merupakan anak perusahaan dari Pepsi Ltd yang berada di Amerika.

Tazos dibuat sebagai mainan hadiah snack ringan pada masa itu (walaupun ada yang menjual tazos secara terpisah). bagi anak-anak, mengoleksi tazos adalah satu hal yang sangat menarik, hal ini kemudian memicu kenaikan penjualan produk-produk yang memberikan hadiah tazos pada setiap penjualanya.

Karna kesuksesanya itulah maka kemudian tazos menjadi senjata ampuh untuk meningkatkan penjualan produk anak-anak, bahkan di tahun 1992 , terjadi invasi besar-besaran dimana tazos mulai dipakai di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

bentuk Tazos sendiri sebetulnya bermacam-macam, mulai dari lingkaran, segi delapan, sampai lingkaran bergerigi (bentuk inilah yang paling terkenal di Indonesia). bahan dasar pembuatanya pun bermacam-macam. ada yang dibuat dari plastik,seng, dan bahkan beberapa seri telah dihasilkan dari karton atau aluminium (seperti Australian Yu-Gi-Oh! Metallix seri. Tazos mulai menampilkan gambar-gambar karakter Looney Tunes, tetapi di seluruh dunia juga fitur Pokémon, The Simpsons, Star Wars, AFL dan NRL, Beyblades dan banyak lagi.

Tazos bisa dikoleksi dengan membeli produk makanan yang meberi hadiah tazos, atau dengan memainkanya (dimainkan dengan teman kita, jadi intinya kalo kita menang, tazos teman kita menjadi milik kita).

Di Indonesia sendiri, tazos bisa didapatkan dengan membeli makanan ringan chiki.

Cara Bermain:

Berikut adalah beberapa cara memainkan tazos :

[*]Tembak sasaran

Dua pemain atau lebih mengumpulkan tazosnya dengan jumlah sesuai kesepakatan, kemudian tazos yang terkumpul ditumpuk menjadi satu, kemudian setiap pemain bergantian menembak tumpukan tazos tadi , barang siapa yang bisa mengenainya, maka tumpukan tazos itu menjadi miliknya

[*]Gambar atau logo

Setiap pemain memilih satu tazos jagoan, kemudian tazos dilempar. barang siapa yang tazosnya jatuh dalam posisi gambar berada di atas, maka dialah yang menang (cara permainan ini adalah yang paling sering dimainkan).

[*]Attack and defense

permainan ini membutuhkan sedikit pemikiran dan strategi, karna cara permainan ini hampir mirip dengan yu gi oh, jadi pada intinya kita mengolah tazos agar menjadi kombinasi tazos dengan nilai tertinggi (dihitung berdasarkan jumlah bintang yang tertera pada tazos).

Kipas2an / Kembang Kertas


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Mainan dari kertas seperti kipas dilipat-lipat lalu diberi warna-warni, berbentuk macam-macam ada yang bulat, 3 susun juga ada.

Petasan Gulung (ga tau nama aslinya juga :D)


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Kaya petasan, tapi panjang digulung warnanya merah dan ada titik hitam disetiap bagiannya, cara mainnya biasaya dulu pake bati dipukulkan ke titik hitam hingga bunyi kaya petasan.

Pesawat dari Gabus


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan
?w=645

Pesawat Gabus. gw juga ga tau ini nama komersilnya apaan. biasanya dijual udah sepaket. ada yang model burung atau model pesawat tempur. warna bungkusannya kuning ada merah2nya gitu. isinya ya bagian2 pesawat2 dari gabus. udah ada sayap, badan, ekor dan ada yang ada baling2nya. di depannya ada semacam plastik yang fungsinya jadi pemberat gtiu. kao udah beres dirakit tinggal di terbangin deh. terbangnya lebih keren daripada pesawat kertas yang biasa. gw rasa pak habibie dulu inspirasinya buat bikin pesawat dari sini deh. haha..

Keong/ Kumang / Kelomang


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Biasanya hanya untuk jadi mainan / hewan peliharaan sesaat (paling lama seminggu)

Balon dari sabun


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Kapal Api Oto2k


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Main Bola Kasti


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Kartu Dragon Ball


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Komik Petruk cs


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Terjun Payung Plastik / Parasut Plastik


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Tamiya


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Balon


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Orang2an dari kertas


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Origami Pesawat / Perahu


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

Ngadu Ikan Cupang

Ngadu Semut Bako

View Master


Permainan Jaman Dulu Yang Terlupakan

udah dulu yah.... nanti di update lagi, kalo ada yang mau update silahkan.. :beer :bir

source:

http://bit.ly/yNlRRS

http://bit.ly/yNyEZz

http://bit.ly/zCuQEG

http://bit.ly/FRZbP4

http://bit.ly/xSdUSu

http://bit.ly/y2eqB6

http://bit.ly/zPm9vY

http://bit.ly/w7BU2d

http://bit.ly/FPUDM5

http://bit.ly/y1n7YR

Terimakasih telah membaca artikel Permainan Jaman Dulu "Yang Terlupakan" semoga bermanfaat, menambah ilmu dan wawasan kamu.
Kalo berkenan, tolong di share lewat facebook, twitter, google plus atau yang lain ya, biar teman-teman yang lain juga tau artikel ini, terimakasih.

Judul : Permainan Jaman Dulu "Yang Terlupakan"
URL :
Tanggal :
Penulis :
Rating : 1 out of 2 based on 2 ratings.